Selama ini mata uang Bitcoin diketahui dibuat oleh
Satoshi Nakamoto, tapi tak pernah ada yang tahu siapa siapa sosok
misterius itu. Namanya memang seperti warga Jepang, namun banyak yang
sangsi bahwa ia memang seperti namanya.
Baru-baru ini kepolisian
Australia dikabarkan telah menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi
kediaman pendiri Bitcoin tersebut.
Rumah tersebut adalah tempat
tinggal Craig Steven Wright, dan berdasarkan penelusuran situs Wired, ia
diduga kuat adalah otak di balik pembuatan mata uang Bitcoin.
Ia tercatat sebagai Ketua DeMorgan Ltd, sebuah perusahaan asal
Australia, yang ia deskripsikan di Linkedin sebagai “perusahaan
Australia yang terdaftar dengan penawaran saham perdana kepada publik
dan fokus pada mata uang alternatif.”
Wright dan keluarganya
diketahui menyewa sebuah rumah sederhana di Sydney. Menurut laporan,
Wright memiliki sistem komputer di rumahnya yang masing-masing terhubung
tiga sistem daya tambahan. Ini untuk mencegah sistem mati walau hanya
sesaat.
Pemilik rumah, Garry Hayres menambahkan bahwa Wright dan
keluarganya telah tinggal selama setahun di sana dan dijadwalkan akan
pindah ke Inggris pada 22 Desember mendatang. Ketika kepolisian datang,
sayangnya rumah tersebut dalam keadaan tak berpenghuni dan sosok yang
diduga sebagai 'Nakamoto' tak ditemukan.
Popularitas dan kontroversi Bitcoin yang terus meningkat menyebabkan
orang-orang begitu penasaran untuk mengungkap siapakah pencetus ide
cerdas tentang sistem mata uang virtual ini.
Nakamoto dikabarkan
mempunyai sekitar 1 juta Bitcoin yang kira-kira nilainya nilainya
setara dengan Rp 5,5 triliun bila dibandingkan dengan kurs saat ini
menurut Sergio Demian Lerner, ahli Bitcoin.
Selain itu, Bitcoin
juga bagaikan 'tambang emas' virtual, di mana penggunanya bisa
meningkatkan nilai Bitcoin dengan menggunakan rumus algoritma rumit.
Bahkan, inilah yang kemudian menjadikan Bitcoin sarana 'pencucian uang'
dan transaksi gelap narkoba atau kelompok teroris, sebagaimana belum
lama ini ditemukan salah satu akun keuangan ISIS pada Bitcoin yang
memiliki Rp 41,1 miliar.
Berbagai penelusuran pun dilakukan oleh
pihak media internasional untuk mengungkap teka-teki di balik identitas
Satoshi Nakamoto. Pada awal Maret 2014 Newsweek melaporkan bahwa seorang
Satoshi Nakamoto ini telah berhasil ditemu di California, Amerika
Serikat.
Lelaki paruh baya ini memiliki nama lengkap Dorian
Prentice Satoshi Nakamoto. Ia merupakan keturunan Jepang dan ahli dalam
bidang matematika. Namun, Nakamoto membantah dengan tegas bahwa dirinya
adalah pencipta Bitcoin. Ia pun sempat menyewa pengacara dan menulis
pernyataan pada tanggal 17 Maret 2014 bahwa dirinya bukanlah pencipta
Bitcoin dan meminta media menghargai privasinya.
Setelah kejadian tersebut, pandangan dunia yang mengaitkan Dorian
Prentice Satoshi Nakamoto sebagai pencipta Bitcoin pun memudar. Dunia
pun masih bertanya-tanya siapakah sosok di balik nama Satoshi Nakamoto
ini. Ada yang beranggapan bahwa Satoshi Nakamoto adalah sosok misterius
yang begitu jenius dan menyembunyikan identitasnya, atau bahkan
sekelompok orang yang begitu ahli dalam pemrograman komputer.
Meskipun
sejauh ini pihak kepolisian federal Australia belum mengkonfirmasi
keberadaan Wright sebagai pendiri Bitcoin, namun pihak media
internasional yang ikut melakukan penggeberekan memiliki indikasi kuat
terhadap posisi Wright sebagai pencipta Bitcoin.
Pengungkapan
identitas Satoshi Nakamoto ini akan menjadi hal yang penting ke
depannya, bukan hanya untuk mengungkap teka-teki lama, namun juga akan
menjadi suatu titik terang untuk bisa mengetahui lebih jauh sistem mata
uang virtual cerdas yang paling banyak dipakai warga dunia saat ini.
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20151210143131-185-97332/misteri-pencipta-bitcoin-mulai-terkuak/
First
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
EmoticonEmoticon